Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Ketersediaan Pangan Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2018 diruang rapat Sekretaris Daerah Kantor Gubernur NTB, senin 7/5/18. Rakor dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Pemprov NTB, Ir. Rosiady H Sayuti, M.Sc., Ph.D. Rapat Koordinasi ini dilakukan untuk melihat kesiapan ketersediaan serta stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok strategis menjelang Bulan Ramadhan 1439 H. Rakor diikuti oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah dan Instansi terkait dari Kota Mataram. Secara khusus Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Hj. Budi Septiani menyampaikan ketersediaan pangan pokok strategis di NTB menjelang Ramadhan dan Idul Fitri dalam kondisi Aman, namun ada beberapa komoditas yang perlu diantisipasi diantaranya bawang putih, telur ayam ras dan daging ayam ras. Selain itu upaya yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan adalah melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC) yang menyediakan komodtas pangan antara lain beras, bawang merah, telur, daging ayam, minyak goreng, cabe, bawang putih, ikan nila, gula pasir dan aneka sayur dengan harga dibawah harga pasar. TTIC berlokasi di Jln. Puring No. 16 B (Belakang BI) dengan jam operasional setiap hari Senin s.d Jumat dan pada hari minggu di Jalan Udayana (car free day) dalam kegiatan Inspiratif Expo. Selain di TTIC, untuk komoditi beras dan bawang merah tersedia juga di Toko Tani Indonesia (TTI) yang ada di Kota Mataram sebanyak 20 TTI, di Bima sebanyak 20 TTI , Kabupaten Lombok Tengah sekitar 13 TTI, Kabupaten Lombok Timur 9 TTI , Kabupaten Lombok Utara 5 TTI dan Kabupaten Sumbawa 2 TTI. Sedangkan untuk Komoditi bawang merah di Kabupaten Sumbawa sebanyak 2 TTI. Upaya lain yang dilakukan menjelang bulan Ramadhan adalah dengan menggelar bazar/pasar murah beberapa titik di Kota Mataram dan di Kota Bima. Pada Rakor tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB menyampaikan bahwa harga komoditas pertanian di NTB hampir seluruhnya saat ini berada dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu juga ketersediaan pasokan seperti beras masih cukup untuk 6 bulan kedepan, bahkan produksi juga meningkat dibandingkan dari periode yang sama tahun lalu. Dinas Perdagangan Provinsi NTB menyampaikan upaya dalam menjaga stabilitas harga melalui gelaran bazar yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-NTB. Dinas Kelautan dan Perikanan menyampaikan kesiapannya dalam menghadapi bulan Ramadhan terkait ketersediaan ikan menunjukkan nilai indeks yang lebih besar dari 1, yang artinya kebutuhan masih dapat dipenuhi dari produksi yang ada. Bank Indonesia menyampaikan bahws inflasi itu tidak selalu tetksit dengan HET, tetapi lebih pada pergerakan harga. Demikian juga disampaikan senada dengan Badan Pusat Statistik. Pada akhirnya, Sekretaris Daerah Pemprov. NTB mengarahkan agar melakukan pengawalan/Sidak terhadap komoditas pangan penyumbang inflasi bersama TPID dan Satgas Pangan selama bulan ramadhan. Dan masing-masing OPD terkait diminta untuk berkoordinasi dengan mitra binaan, terkait ketersediaan produksi dan kebutuhan pangan. Dengan demikian terjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok untuk masyarakat Nusa Tenggara Barat selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H.