Mataram, Senin (20 Januari 2025) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bapak H. A. Azis, SH, MH, menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi II DPRD Provinsi NTB. Rapat kerja ini dilaksanakan dalam rangka membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Anggaran 2024. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas memaparkan capaian kinerja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB selama tahun 2024. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah keberhasilan peningkatan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Provinsi NTB. Berdasarkan data, IKP NTB meningkat dari 76,51 poin pada tahun 2023 menjadi 78,44 poin pada tahun 2024. Peningkatan sebesar 2,52% ini menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di wilayah NTB. Lebih lanjut, capaian IKP NTB pada tahun 2024 tercatat melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD), yaitu sebesar 77,67 poin. Dengan realisasi sebesar 78,44 poin, capaian ini mencapai 100,99% dari target yang ditentukan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa program-program yang dijalankan oleh Dinas Ketahanan Pangan berjalan dengan efektif dan sesuai sasaran. “Peningkatan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat. Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan pangan di NTB melalui berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Bapak H. A. Azis, SH, MH, dalam rapat tersebut. Selain membahas capaian kinerja, rapat juga menjadi ajang diskusi terkait tantangan dan langkah strategis yang perlu diambil untuk mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan di masa mendatang. DPRD Provinsi NTB memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus ditingkatkan guna mewujudkan NTB yang lebih mandiri dan sejahtera dalam bidang ketahanan pangan. Rapat kerja ini menjadi momentum penting bagi Dinas Ketahanan Pangan NTB untuk terus menguatkan perannya dalam menjaga stabilitas pangan di daerah, terutama dalam menghadapi tantangan global yang dapat memengaruhi ketersediaan dan akses pangan masyarakat.