Welcome to DISKAPANG NTB Official Website

0370-623935

Berita

Program Inovasi Dinas Ketahanan Pangan NTB Siap TanCabGas

GerakanTancabGas_1.jpg
Lonjakan harga cabe yang cukup signifikan pada akhir Desember 2016 s.d awal tahun 2017 mencapai Rp. 100.000/kg s.d Rp. 125.000/kg, menjadi isu strategis ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat dan Nasional. Gejolak harga tersebut menjadi salah satu penyumbang inflasi. Disisi lain, kondisi ketersediaan pangan yang surplus kecuali komoditas telur yang tingkat konsumsinya tidak sebanding dengan produksi, memerlukan penanganan khusus guna mendukung ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat. Dalam upaya pemecahan permasalahan di atas, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas terkait merumuskan strategi dan inovasi kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) berbasis komoditas cabe dan Unggas. Kawasan Rumah Pangan Lestari merupakan program pengembangan model rumah pangan yang dibangun dalam suatu kawasan (dusun, desa, kecamatan dst) dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan melalui partisipasi masyarakat. Kegiatan ini disambut baik juga oleh Tim Penggerak PKK karena sejalan dengan program Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman, sehingga kegiatan ini melibatkan Tim Penggerak PKK yang berbasiskan rumah tangga dan disingkat TanCabGas (Tanam Cabai Teritegrasi Unggas) di HATINYA PKK. Kedepannya, kegiatan ini dilakukan melalui pemberdayaan wanita untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Upaya ini dilakukan dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman sesuai kebutuhan keluarga seperti aneka umbi, sayuran, buah, serta budidaya ternak dan ikan sebagai tambahan untuk ketersediaan sumber karbohidrat, vitamin, mineral, dan protein bagi keluarga pada suatu lokasi kawasan perumahan/warga yang saling berdekatan. Dengan demikian akan dapat terbentuk sebuah kawasan yang kaya akan sumber pangan yang diproduksi sendiri dari optimalisasi pekarangan. Khusus lokasi pengembangan tahun 2017 akan difokuskan dengan pemnafaatan pekarangan berbasis komoditas cabe dan terintegrasi dengan kampung unggas. Pendekatan ini dilakukan dalam rangka antisipisi inflasi dan pemenuhan kebutuhan akan komoditas telur. Disamping itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk pemberdayaan kelompok wanita untuk membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA), termasuk kegiatan usaha pengolahan pangan rumah tangga untuk menyediakan pangan yang lebih beragam. Di setiap desa dibangun kebun bibit untuk memasok kebutuhan bibit bagi anggota kelompok dan masyarakat, sehingga tercipta keberlanjutan kegiatan.