Lombok Post (Selasa, 16 Mei 2017) Mataram. Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram dan TP PKK Kota Mataram menjalin kerjasama. Dituangkan dalam sebuah Kesepakatan Bersama (MoU) tersebut, menyangkut Pemanfaatan Pekarangan Melalui Gerakan Tanam Cabai terintegrasi ungGas (TanCabGas) melalui Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINYA) PKK dan Pengembangan Pangan Lokal. Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Hj. Tasnim Sastani, program yang dikerjasamakan bertujuan mensinergikan pelaksanaan program secara terpadu. Hal itu untuk mencapai hasil yang lebih optimal melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Disaat bersamaan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program ketahanan pangan guna mewujudkan sumberdaya keluarga yang berkualitas. Untuk itu DKP juga menyerahkan bantuan berupa bibit cabai dan dana operasional sebesar Rp. 15 juta masing-masing kepada lima kelompok wanita penerima manfaat. "Semoga ibu-ibu PKK bisa memberikan contoh kepada ibu-ibu rumah tangga lainnya untuk dapat memanfaatkan pekarangan rumah," harapnya. Ketua TP PKK Kota Mataram mengatakan program yang dikerjasamakan merupakan sebuah hal positif. Dia meyakini hal itu memberi manfaat dalam upaya mewujudkan kemandirian di bidang pangan. Terkait lima kelompok wanita penerima manfaat yang mendapat bantuan, dia berharap agar pada kesempatan berikutnya dapat ditambahkan jumlahnya. "Supaya dari semua kecamatan ada," ujarnya. Kota Mataram memiliki persoalan terkait luas lahan yang makin lama makin tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Apalagi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang menyebabkan ikut meningkatnya kebutuhan fasilitas masyarakat. Termasuk ketersediaan rumah di Kota Mataram yang masih kekurangan 20 ribu unit rumah bagi masyarakat Mataram yang tentu membutuhkan ketersediaan lahan cukup banyak. Karena itu dia mengajak semua pihak untuk memanfaatkan sebaik-baiknya pekarangan atau halaman kosong. "Tidak usah menunggu program pemerintah, tanami dengan apa saja. Selain bisa menciptakan kesejukan, halaman menjadi asri, juga bisa membawa banyak manfaat," pesannya. Lima kelompok wanita penerima manfaat yaitu: Kelompok Wanita Sintung Hati dari Kelurahan Banjar Ampenan, Kelompok Wanita Kebun Maju Mandiri dari Kelurahan Kebun Sari Ampenan, Kelompok Wanita Melati Satu dari Kelurahan Pajarakan Karya Selaparang, Kelompok Wanita Solah Inges dari Kelurahan Rembiga Selaparang dan Kelompok Wanita Karang Putih dari Kelurahan Pagutan Mataram. Setiap kelompok terdiri dari 25 orang. Untuk tahun kedua berupa pengembangan akan diberikan lagi bantuan dengan dana lebih kecil, sedangkan pada tahun ketiga tiap kelompok penerima manfaat sudah dianggap mandiri. (yuk/r5).