PKU merupakan kegiatan usahatani dari hulu dan hilir yang dijalankan secara terintegrasi pada satu atau lebih tahapan pengolahan untuk menghasilkan produk pangan dan non pangan. PKU dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan dan penerapan teknologi, sehingga peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Gapoktan Lendak Kuta Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur dan Gapoktan Serumpun Desa Pendua Kabupaten Lombok Utara merupakan daerah pelaksana kegiatan Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU) yang dipilih karena memiliki potensi sumberdaya pangan untuk pengembangan usaha. Demikian pemaparan Kepala Dinas Ketahanan Pangan drh. H. Aminurrahman, M.Si pada Workshop Evaluasi PKU Tahun 2019 di Hotel Mercure Yogyakarta pada hari Kamis (26/09). Komoditas yang diusahakan di Sembalun adalah Kentang dan bawang putih. Kentang diolah menjadi kripik dan stik kentang, sedangkan bawang putih diolah menjadi black garlic. Bisnis kripik/stik kentang dan black garlic diyakini memiliki prospek yang cukup menjanjikan, apalagi ditunjang dengan sebagian besar masyarakat di desa Sembalun merupakan petani yang menghasilkan produksi hotri sehingga bahan baku tidak menjadi kendala yang berarti. Seiring dengan semakin diminatinya Kawasan Sembalun menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri, memberi peluang dalam pengembangan produk oleh-oleh spesifik lokal.Oleh karena itu pengembangan usaha budidaya kentang dan bawang putih sampai kepada produk olahan dalam kemasan (hulu sampai hilir) dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Panen Kentang di KWT Sejahtera yang merupakan salah satu kelompok tani pada Gapoktan Lendak Kute mencapai 6.932 ton dengan 2 tahapan panen, panen tahap pertama sebanyak 4.575 kt dengan varietas granolla yang hasilnya akan kembali di gunakan untuk bibit, harga kentang saat panen Rp. 11.000/kg dan panen tahap kedua sebanyak 2.357 ton yang akan digunakan untuk kripik dengan harga Rp. 15.000,-/100 gram Demikian pula Panen Bawang Putih di kelompoktani Tibu Segara Sembalun sebanyak 10.971 Kg. sebanyak 1.500 kg bawang putih disetor ke Gapoktan untuk diolah menjadi black garlic dengan harga Rp. 50.000,/100 gram. Berdasarkan hasil analisis bawang putih petani dengan modal Rp. 50.000.000,- memperoleh keuntungan bersih sebanyak Rp.93.534.000,- bila dibagi selama proses budidaya 3 bulan dan jumlah kelompoktani sebanyak 20 orang rata-rata pendapatan bersihmereka sebanyak Rp.1.558.900,- per bulan, terkatagori cukup untuk pengeluaran rumah tangga sebulan Saat ini Gapoktan Lendak Kute telah bekerjasama dengan PT. Indofood Sukses Makmur yang merupakan salah satu perusahaan besar yang membutuhkan bahan baku dalam jumlah yang cukup besar dan kontinyu. Bibit bawang putih dari Sembalun juga telah dilirik oleh berbagai daerah diantaranya Bali, Donggala dan Garut.Diharapkan dengan adanya PKU ini Gapoktan Lendaq Kute dapat menjadi Penyangga Bibit Bawang putih Nasional. Sedangkan komoditas yang diusahakan di Pendua Kayangan adalah Bawang Merah, Tomat dan Cabe yang merupakan komoditas andalan gapoktan tersebut. Total luas tanam Bawang Merah di Gapoktan Serumpun seluas 2 Ha yang saat ini sudah panen seluas 0,6 Ha dengan produksi 6.929 kg.