Senin, 1 Juli 2024 - Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB H. A. Azis, SH., MH menghadiri acara Rilis Berita Resmi Statistik yang dipimpin oleh Kepala BPS NTB, Wahyudin. Acara tersebut berlangsung di Aula Tambora, Gedung BPS NTB, dan bertujuan untuk menyampaikan perkembangan inflasi di Provinsi NTB pada bulan Juni IV Mei 2024. Kepala BPS NTB, Wahyudin, memaparkan bahwa inflasi nasional pada pekan IV Mei 2024 secara month-to-month (m-to-m) sebesar -0,08 persen, secara year-on-year (y-o-y) sebesar 2,51 persen, dan inflasi tahun kalender (y-to-d) mencapai 1,07 persen. Di Provinsi NTB, inflasi pada periode yang sama menunjukkan hasil yang berbeda. Secara m-to-m, NTB mengalami deflasi sebesar -0,26 persen, lebih dalam dibandingkan deflasi nasional. Secara y-o-y, inflasi di NTB tercatat sebesar 2,12 persen, lebih rendah dari angka nasional sebesar 2,56 persen. Sedangkan secara y-to-d, inflasi NTB sebesar 0,37 persen, jauh lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 1,07 persen. Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan harga barang dan jasa di NTB, laju inflasi tahunan dan tahun kalender tetap lebih rendah dibandingkan dengan tingkat nasional. Secara rinci, inflasi di wilayah cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) seperti Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa, dan Kota Bima menunjukkan tren deflasi secara m-to-m. Kabupaten Sumbawa mengalami deflasi terdalam sebesar -0,29 persen dengan IHK 105,95, diikuti oleh Kota Bima dengan deflasi sebesar -0,28 persen dan IHK 105,54, serta Kota Mataram dengan deflasi sebesar -0,26 persen dan IHK 106,30. Namun, secara y-o-y, inflasi tercatat di Kota Mataram sebesar 2,93 persen, di Kabupaten Sumbawa sebesar 0,95 persen, dan di Kota Bima sebesar 2,39 persen. Data ini mengindikasikan adanya perbedaan dinamika inflasi di berbagai wilayah di Provinsi NTB.