Welcome to DISKAPANG NTB Official Website

0370-623935

Berita

KADIS KETAHANAN PANGAN NTB DAMPINGI BADAN PANGAN NASIONAL LAKSANAKAN MONEV PROGRAM B2SA DAN PUPL KABUPATEN LOMBOK UTARA

KADIS KETAHANAN PANGAN NTB DAMPINGI BADAN PANGAN NASIONAL LAKSANAKAN MONEV PROGRAM  B2SA DAN PUPL KABUPATEN LOMBOK UTARA
**Mataram, 05 Agustus 2024** Monitoring dan Evaluasi (Monev) merupakan salah satu tahapan penting yang bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kegiatan dengan perencanaan. Berkaitan dengan tujuan tersebut, Tim Pokja Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (NFA) melaksanakan kegiatan Monev Program Rumah Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) serta kegiatan Pengembangan Usaha Pengolahan Pangan Lokal (PUPPL) Tahun 2024. Kegiatan Rumah Pangan B2SA bertujuan untuk menyosialisasikan, mengedukasi, dan mengimplementasikan pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman sehari-hari kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas konsumsi pangan. Sedangkan kegiatan PUPPL bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan, meningkatkan nilai tambah dan daya saing, serta mengurangi food loss dan food waste pangan lokal. Kunjungan pertama dilakukan untuk memantau perkembangan Program Rumah Pangan B2SA di Desa Sigarpenjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Dalam kesempatan ini, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA, Rinna Syawal, SP. MP, didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H. A. Azis, SH. MH, beserta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara memberikan beberapa arahan terkait pelaksanaan kegiatan Rumah Pangan B2SA. Rinna menjelaskan, "Stunting adalah PR kita bersama yang harus kita atasi. Pemahaman orang tua asuh mengenai pola konsumsi pangan B2SA merupakan salah satu kunci pengentasan stunting. Pangan yang berkualitas tidak harus mahal. Penyediaannya bisa berasal dari potensi pangan lokal. Dengan mengonsumsi pangan yang berkualitas, kita bisa mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, aktif, dan produktif." Diharapkan dengan adanya program ini, prevalensi stunting di Desa Sigarpenjalin bisa turun. Kunjungan selanjutnya dilakukan untuk memantau perkembangan penerima manfaat kegiatan PUPPL, yaitu Kelompok "Sasak Maiq" di Desa Batulayar, Kecamatan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, dan Kelompok "Ares" di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pada kesempatan ini, Rinna berharap dengan adanya kegiatan PUPPL dalam bentuk pengadaan alat/mesin pengolah pangan lokal, dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan produktivitas kelompok serta memberikan nilai tambah terhadap produk yang bahan bakunya berasal dari potensi pangan lokal. Selanjutnya, kegiatan Monev ini akan terus dilaksanakan baik oleh tim pembina provinsi maupun tim teknis kabupaten/kota. Keberhasilan program percepatan penganekaragaman konsumsi pangan memerlukan koordinasi, sinkronisasi, pemantauan, dan evaluasi agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan serta permasalahan dapat ditemukan dan diselesaikan secepatnya.