Rabu, 12 Maret 2025, bertempat di Ruang Rapat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Integrasi Pencegahan dan Penanganan "Stunting 2025". Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan dihadiri oleh Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Kepala DPMPD Provinsi NTB, Bappeda Provinsi NTB, Dinas Sosial Provinsi NTB, DP3AP2KB Provinsi NTB, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB yang diwakili oleh Kabid Diversifikasi dan Keamanan Pangan, Sahrirrohman, M.AP, dan AKP Ahli Muda Junardin, SP. Dalam diskusi ini, masing-masing Dinas/Instansi yang hadir memberikan masukan terkait strategi dan program yang telah serta akan dilakukan dalam upaya penanganan stunting di wilayah NTB. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB menyampaikan beberapa program unggulan yang telah dilaksanakan, di antaranya: Rumah Pangan B2SA – Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan PKK Desa pada lokasi yang menjadi sasaran penerima manfaat. Program ini menyediakan makanan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) bagi anak-anak balita stunting guna meningkatkan asupan gizi mereka. B2SA Goes To School – Program ini menyasar anak-anak di tingkat TK, SD, dan SMP yang berada di daerah dengan angka stunting tinggi. Program ini bertujuan untuk menanamkan pola makan sehat dan bergizi sejak dini. Dari hasil pemaparan dan diskusi dalam FGD ini, disepakati bahwa rekomendasi serta rencana aksi yang telah dirumuskan akan dituangkan dalam bentuk Rekomendasi dan Road Map Stunting NTB 2025-2029. Dokumen ini selanjutnya akan diserahkan kepada Gubernur NTB sebagai dasar dalam pengambilan keputusan serta implementasi kebijakan strategis terkait penanganan stunting di Provinsi NTB pada tahun 2025 dan seterusnya. Dengan adanya sinergi lintas sektor ini, diharapkan upaya percepatan penurunan angka stunting di NTB dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.