Welcome to DISKAPANG NTB Official Website

0370-623935

Berita

Dinas Ketahanan Pangan NTB Terima Kunjungan Tim Visitasi Monitoring & Evaluasi KIP Komisi Informasi NTB

Dinas Ketahanan Pangan NTB Terima Kunjungan Tim Visitasi Monitoring & Evaluasi KIP Komisi Informasi NTB
Mataram, 25 November 2025 - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd, menerima kunjungan Tim Visitasi Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP) dari Komisi Informasi Provinsi NTB. Kegiatan berlangsung di Ruang PPID Dinas Ketahanan Pangan NTB dan dihadiri para Kepala Bidang serta Tim PPID lingkup dinas.
 
Dalam presentasinya, Kepala Dinas memaparkan perkembangan dan penguatan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) DKP NTB. Paparan mencakup aspek komitmen, perencanaan kegiatan, penyediaan sarana dan prasarana, alur layanan informasi, hingga inovasi yang telah dan sedang dikembangkan dalam mendukung keterbukaan informasi publik di sektor pangan.
 
Pada sesi tanya jawab, Ketua Komisi Informasi NTB menyampaikan apresiasi atas penerimaan, penyajian data, serta langkah-langkah penguatan PPID yang telah ditempuh. Wakil Ketua KI NTB, Asraruddin, turut menyoroti pentingnya pengembangan sistem layanan yang mampu memudahkan masyarakat memperoleh informasi, tidak hanya melalui website dan media sosial.
 
Komisioner Sansuri menegaskan perlunya penguatan dokumen perencanaan daerah, khususnya RPJMD, agar memuat indikator perencanaan dan capaian keterbukaan informasi secara lebih komprehensif. Sementara itu, Komisioner Badrun AM menanyakan inovasi berbasis aplikasi Android yang dapat memperluas akses pelayanan KIP.
 
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Bappeda NTB menjelaskan bahwa berbagai inovasi terus dikembangkan untuk memperkuat ekosistem keterbukaan informasi, termasuk integrasi layanan dan pemanfaatan teknologi digital yang lebih adaptif.
 
Kunjungan Tim Monev KIP ini menjadi momentum bagi Dinas Ketahanan Pangan NTB untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik, memperkuat transparansi, serta memastikan masyarakat dapat mengakses informasi pangan secara cepat, mudah, dan akurat.