Welcome to DISKAPANG NTB Official Website

0370-623935

Berita

Dinas Ketahanan Pangan NTB perbanyak TTI Mobile

dkp_perbanyak_tti_mobile.jpg
Mataram (Suara NTB) – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB ingin memperbanyak jumlah kendaraan penyedia pangan, guna memudahkan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau. Provinsi NTB saat ini baru memiliki satu unit kendaraan Toko Tani Indonesia (TTI). Untuk operasional di Kota Mataram, idealnya ada tiga unit yang melayani, kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathul Gani, M.Si. Di kabupaten/kota, jumlahnya juga dapat disesuaikan. Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB ini mengatakan tengah membangun koordinasi intens dengan kabupaten/kota terkait hal ini. Kendaraan toko tani ini bersifat mobile. Menyediakan sejumlah kebutuhan pangan yang dihasilkan oleh petani. Harganya, di bawah harga pasar. H. Fathul Gani mengatakan, dengan kendaraan ini, ceruk-ceruk pasarnya dapat dijangkau. “Kendaraan ini bisa masuk ke titik-titik yang kita anggap rawan (rawan pangan). Tidak jualannya di kantor-kantor. Sasarannya adalah masyarakat lapisan ekonomi menengah kebawah,” ujarnya. TTI merupakan program dari Kementerian Pertanian Indonesia. Latar belakang kerap naiknya harga sembako dan daging ternyata tidak hanya terjadi di bulan ramadhan saja. Stabilitas harga sembako dan daging mengalami kenaikan pada momen dan daerah tertentu. Untuk menanggulangi hal ini, Kementerian Pertanian RI mengeluarkan kebijakan yang bertujuan menstabilkan harga serta ketersediaan pangan melalui program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM). Salah satu kegiatan PUPM adalah usaha distribusi hasil pertanian dan peternakan melalui TTI. Dana pendistribusian ini disubsidi oleh Kementerian Pertanian RI dn dijalankan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di daerah produksi pertanian dan peternakan. Menurut H. Fathul Gani, saat ini terdapat sebanyak 60-an TTI tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB dan  1 Pasar Mitra Tani (TTI Center) di Jalan Puring, Mataram. TTI ini menyediakan kebutuhan pertanian dan peternakan kepada masyarakat. dengan harga ditingkat petani. Komoditas yang disediakan TTI, dipasok oleh kelompok tani. Saat ini yang menjadi mitra TTI sebanyak 13 kelompok PUPM.   Meraup Untung dari Berjualan Kulit Ketupat Enam diantaranya adalah PUPM pembinaan, dan 7 diantaranya PUPM Pengembangan. Dan 21 menyusul adalah PUPM baru. “Kita ingin mendekatkan pasar. Sehingga masyarakat dapat menerima komoditas dengan harga terjangkau dan tanpa perlu jauh-jauh mencari pasar. Cuma sekarang ini kita belum bisa bicara normal, semua sednag fokus penanganan Covid-19. Tapi program kita memperbanyak pasar mobile,” demikian H. Fathul Gani. (bul)