Mataram, 30 - 31 Mei 2024 - Bertempat di Hotel Idoop by Prasanthi, Mataram, telah diselenggarakan acara Pertemuan Koordinasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas - FSVA). Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. A. Azis, SH, MH. Dalam acara ini, turut hadir kepala bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, kepala bidang Distribusi, kepala bidang Konsumsi, dan kepala UPTD BPSMP. Peserta acara terdiri dari perwakilan dari 10 kabupaten/kota se-NTB serta tim teknis FSVA provinsi. Penyusunan peta FSVA bertujuan untuk mengevaluasi capaian ketahanan pangan yang akan dijadikan dasar dalam merekomendasikan program pengentasan kerawanan pangan. Peta FSVA memberikan informasi mengenai lokasi, penyebab, serta rekomendasi penanganan kerawanan pangan. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H. A. Azis, SH, MH, menekankan bahwa penyediaan informasi mengenai situasi ketahanan pangan merupakan salah satu tonggak penting dalam pembangunan pangan di daerah. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah melalui penyusunan peta FSVA. Hasil dari peta FSVA akan mengidentifikasi daerah (kecamatan/desa) mana yang rentan terhadap kerawanan pangan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Peta FSVA memiliki peran strategis dalam perencanaan, pemantauan, dan evaluasi serta pembangunan sistem peringatan dini terhadap masalah pangan dan kerawanan pangan serta gizi khususnya di Provinsi NTB. Dengan adanya FSVA, pemerintah daerah dapat menyusun strategi yang lebih tepat sasaran dalam menangani masalah ketahanan dan kerentanan pangan, sehingga upaya pengentasan kerawanan pangan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien. Acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan ketahanan pangan di Provinsi NTB melalui penyusunan peta FSVA yang akurat dan komprehensif. Dengan demikian, diharapkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat serta tercapainya tujuan pembangunan pangan yang berkelanjutan di daerah.