Logo
images

Wujudkan Kemandirian Pangan “Food Estate” Labangka

Sebagai salah satu Provinsi Penunjang Pangan Nasional, NTB memiliki peluang dalam pengembangan Food Estate di Labangka Kabupaten Sumbawa. Food estate adalah kawasan pertanian yang terintegrasi dari hulu sampai hilir dalam rangka mewujudkan kemandirian pemenuhan pangan dalam satu kawasan. Syarat food estate adalah memiliki 10.000 hektar lahan pertanian.

Nantinya, hasil-hasil pertanian akan diolah langsung menjadi produk jadi untuk meningkatkan nilai tambah.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Iskandar Zulkarnain mengatakan, tahun ini Kementerian Pertanian akan menambah sebanyak 29 food estate. Labangka salah satunya yang sudah masuk dalam usulan.

Konsep food estate terintegrasi peternakan ruminansia ini, kata Iskandar, nantinya lima desa akan mendapatkan bantuan 2.500 ekor sapi. Masing-masing satu desa 500 ekor. Sapi-sapi ini adalah sapi penggemukan (potong) dan sapi untuk pembibitan. Kebutuhan pakannya akan dipenuhi dari limbah-limbah hasil pertanian yang sudah diolah kembali. Kotoran ternak akan dijadikan bahan baku pupuk kompos dan bio gas. Urine dari ternak-ternak ini akan diolah menjadi zat yang dapat merangsang pertumbuhan komoditas pertanian.

“Dalam satu kawasan ini tidak ada yang terbuang, hasil pertaniannya, hasil peternakannya. Hewan yang dipotongpun nantinya tidak dijual dalam bentuk hewan hidup atau daging. Tetapi sudah dalam bentuk produk olahan,” jelas Iskandar. Lebih luas Iskandar menjelaskan, food estate ini salah satunya ke depan yang diharapkan menjadi pendukung peningkatan produksi ternak ruminansia.

Provinsi NTB juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian untuk program pengembangan desa seribu sapi. Salah satunya yang segera terwujud adalah desa-desa penyangga KEK Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Satu desa akan diberikan bantuan 250 ekor sapi unggulan. Lima desa yang saling bertetangga akan diberikan seribu ekor.

Kelompok penerimanya juga diberikan bantuan kandang kolektif. Nantinya pengembangan desa seribu sapi ini akan kelola secara kelembagaan sehingga berkesinambungan. “Populasi sapi kita sekarang sudah sebanyak 1.286.746 ekor. Kalau terwujud food estate dan desa seribu sapi bisa mendongkrak pupulasi ternak unggulan kita. Saat ini kita termasuk provinsi lumbung sapi nasional,” demikian Iskandar. (bul)


TAG

Dipost Oleh Humas Ketahanan Pangan NTB

Humas Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB

Tinggalkan Komentar